Senin, 08 Oktober 2012

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung terjadi untuk membiayai produksi, artinya bila perusahaan tidak melakukan kegiatan produksi maka biaya tersebut tidak terjadi. Besar kecilnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tergantung pada tingkat produksi. Karena itu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung termasuk unsure biaya variable.
Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya pabrik adalah biaya yang terjadi di pabrik periode ini. Dalam biaya overhead pabrik terdapat biaya variable dan biaya tetap. Biaya overhead pabrik variable adalah biaya overhead pabrik yang besar kecil dipengaruhi oleh besar kecilnya volume produksi, sedangkan biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya volume produksi.

Departemen-departeman yang terkait langsung dengan Overhead Pabrik, adalah Departemen Produksi dan Departemen Pembantu. Departemen Produksi adalah bagian yang bekerja mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dengan kata lain Departemen Produksi sebagai bagian yang secara langsung memproses produk akhir. Departemen Pembantu (Departemen Jasa) adalah bagian yang menyediakan jasanya dan secara tidak langsung ikut berperanan dalam proses produksi.

Tujuan pengawasan Biaya Overhead Pabrik adalah:
  1. Untuk mengetahui sesuai tidaknya realisasi dengan yang direncanakan
  2. Untuk mengetahui besar kecilnya biaya overhead
  3. Untuk menentukan bagian-bagian yang bertanggung jawab

Kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran biaya overhead pabrik, antara lain adalah:

  1. Kapasitas Praktis, adalah kapasitas teoritis (yakni kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh, tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu) dikurangi dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan.
  2. Kapasitas Normal, adalah kemampuan perusahaan berproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang
  3. Kapasitas Sesungguhnya Yang diharapkan, adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam periode yang akan dating.

Distribusi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian biaya overhead pabrik tak langsung departemen kepada departemen-departemen yang menikmatinya. Alokasi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian Biaya Overhead Pabrik Departemen Pembantu ke Departemen Produksi, atau dari Departemen Pembantu ke Departemen Pembantu yang lain dan Departemen Produksi.

Contoh Soal 1:
Perusahaan MAKMUR merencanakan BOP setahun sebagai berikut:

Departemen Kegiatan Jumlah BOP

Produksi 1 Pencetakan Rp 10.000.000
Produksi 2 Penghalusan Rp 5.000.000
Jasa 1 Pembangkit listrik Rp 2.000.000
Jasa 2 Bengkel Rp 1.000.000

Rencana pemakaian jasa dari seksi 1 dan 2


Pemberi Jasa
Pemakai Jasa Jasa 1 Jasa 2

Departemen Produksi 1 50 % 40 %
Departemen Produksi 2 30 % 50 %
Departemen Jasa 1 - 10 %
Departemen Jasa 2 20 % -

Seksi Jasa 1 adalah pembangkit listrik, satuan kegiatannya diukur dengan jumlah KwH dalam setahun yang direncanakan sebesar 10.000 KwH. Seksi Jasa 2 adalah bengkel yang dalam setahun bekerja 10.000 DRH.

Atas dasar data diatas saudara diminta untuk:

    1. Menentukan persamaan yang berlaku untuk kedua seksi jasa masing-masing
    2. Menghitung besarnya BOP Neto Seksi Jasa setelah saling memberi dan menerima jasa masing-masing
    3. Menentukan tariff per KwH untuk seksi jasa 1 dan per DRH untuk seksi jasa 2


Contoh Soal 2:

Jumlah BOP dan penggunaan jasa departemen jasa pada perusahaan LUHUR adalah sebagai berikut:




Departemen Budget BOP

Produksi 1 Rp 1.000.000
Produksi 2 Rp 1.000.000
Jasa X Rp 500.000
Jasa Y Rp 500.000
Pemakai Jasa
Pemberi jasa Produksi 1 Produksi 2 Jasa X Jasa Y

Jasa X 50 % 40 % - 10 %
Jasa Y 40 % 50 % 10 % -

Hitunglah :

  1. Hitung BOP masing-masing Departemen Jasa sesudah saling menerima dan memberi jasa
  2. Htung BOP masing-masing Departemen Produksi setelah alokasi
  3. Tarif BOP masing-masing departemen produksi untuk setiap satuan kegiatan


Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung terjadi untuk membiayai produksi, artinya bila perusahaan tidak melakukan kegiatan produksi maka biaya tersebut tidak terjadi. Besar kecilnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tergantung pada tingkat produksi. Karena itu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung termasuk unsure biaya variable.
Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya pabrik adalah biaya yang terjadi di pabrik periode ini. Dalam biaya overhead pabrik terdapat biaya variable dan biaya tetap. Biaya overhead pabrik variable adalah biaya overhead pabrik yang besar kecil dipengaruhi oleh besar kecilnya volume produksi, sedangkan biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya volume produksi.

Departemen-departeman yang terkait langsung dengan Overhead Pabrik, adalah Departemen Produksi dan Departemen Pembantu. Departemen Produksi adalah bagian yang bekerja mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dengan kata lain Departemen Produksi sebagai bagian yang secara langsung memproses produk akhir. Departemen Pembantu (Departemen Jasa) adalah bagian yang menyediakan jasanya dan secara tidak langsung ikut berperanan dalam proses produksi.

Tujuan pengawasan Biaya Overhead Pabrik adalah:
  1. Untuk mengetahui sesuai tidaknya realisasi dengan yang direncanakan
  2. Untuk mengetahui besar kecilnya biaya overhead
  3. Untuk menentukan bagian-bagian yang bertanggung jawab

Kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran biaya overhead pabrik, antara lain adalah:

  1. Kapasitas Praktis, adalah kapasitas teoritis (yakni kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh, tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu) dikurangi dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan.
  2. Kapasitas Normal, adalah kemampuan perusahaan berproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang
  3. Kapasitas Sesungguhnya Yang diharapkan, adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam periode yang akan dating.

Distribusi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian biaya overhead pabrik tak langsung departemen kepada departemen-departemen yang menikmatinya. Alokasi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian Biaya Overhead Pabrik Departemen Pembantu ke Departemen Produksi, atau dari Departemen Pembantu ke Departemen Pembantu yang lain dan Departemen Produksi.

Contoh Soal 1:
Perusahaan MAKMUR merencanakan BOP setahun sebagai berikut:

Departemen Kegiatan Jumlah BOP

Produksi 1 Pencetakan Rp 10.000.000
Produksi 2 Penghalusan Rp 5.000.000
Jasa 1 Pembangkit listrik Rp 2.000.000
Jasa 2 Bengkel Rp 1.000.000

Rencana pemakaian jasa dari seksi 1 dan 2

Pemberi Jasa
Pemakai Jasa Jasa 1 Jasa 2

Departemen Produksi 1 50 % 40 %
Departemen Produksi 2 30 % 50 %
Departemen Jasa 1 - 10 %
Departemen Jasa 2 20 % -

Seksi Jasa 1 adalah pembangkit listrik, satuan kegiatannya diukur dengan jumlah KwH dalam setahun yang direncanakan sebesar 10.000 KwH. Seksi Jasa 2 adalah bengkel yang dalam setahun bekerja 10.000 DRH.


Atas dasar data diatas saudara diminta untuk:

    1. Menentukan persamaan yang berlaku untuk kedua seksi jasa masing-masing
    2. Menghitung besarnya BOP Neto Seksi Jasa setelah saling memberi dan menerima jasa masing-masing
    3. Menentukan tariff per KwH untuk seksi jasa 1 dan per DRH untuk seksi jasa 2


Contoh Soal 2:

Jumlah BOP dan penggunaan jasa departemen jasa pada perusahaan LUHUR adalah sebagai berikut:

Departemen Budget BOP

Produksi 1 Rp 1.000.000
Produksi 2 Rp 1.000.000
Jasa X Rp 500.000
Jasa Y Rp 500.000
Pemakai Jasa
Pemberi jasa Produksi 1 Produksi 2 Jasa X Jasa Y

Jasa X 50 % 40 % - 10 %
Jasa Y 40 % 50 % 10 % -




Hitunglah :
  1. Hitung BOP masing-masing Departemen Jasa sesudah saling menerima dan memberi jasa
  2. Htung BOP masing-masing Departemen Produksi setelah alokasi
  3. Tarif BOP masing-masing departemen produksi untuk setiap satuan kegiatan

Tabel 1 Anggaran Bebab Usaha
PT.X Untuk Tahun 2002 (Rp)

Beban Usaha
Kw. I
Kw. II
Kw. III
Kw. IV
Total
Beban Penjualan
Penyusutan alat

12.500

12.500

12.500

12.500

50.000
Komisi Penjualan
10.920
16.520
13.720
13.720
54.880
Angkutan Penjualan
10.920
16.520
13.720
13.720
54.880
Gaji penjualan
30.000
30.000
30.000
30.000
120.000
Pemeliharaan alat
5.000
5.000
5.000
5.000
20.000
Supplies penjulan
4.000
4.000
4.000
4.000
16.000
Promosi penjualan
10.920
16.520
13.720
13.720
54.880
Beban penj. Lainnya
6.000
6.000
6.000
6.000
24.000
Total beban Penjualan
90.260
107.060
98.660
98.660
394.640
Beban Adm & Umum
Gaji Pimpinan & staf

20.000

20.000

20.000

20.000

80.000
Penyusutan alat
6.250
6.250
6.250
6.250
25.000
Supplies kantor
5.000
5.000
5.000
5.000
20.000
Pemeliharaan kantor
4.000
4.000
4.000
4.000
16.000
Lain – lain
5.000
5.000
5.000
5.000
20.000
Total beban Adm & Umum
40.250
40.250
40.250
40.250
161.000
Total beban Usaha
130.510
117.310
138.910
138.910
555.640
Penyusutan
18.750
18.750
18.750
18.750
75.000
Beban usaha kas (Tunai)
111.760
128.560
120.160
120.160
480.640

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar